Filter Kolam Koi - Curi Start

Diperbarui: 27 Des 2018

Komprehensi Kolam Koi

Bagian 5


Filter kolam koi tidak langsung berfungsi penuh sejak pertama dijalankan. Filter memerlukan waktu untuk berproses menjadi matang / matured sehingga berfungsi optimal. Proses pematangan secara alamiah mengikuti sebuah pola tertentu yang khas. Karena waktu normal alamiah yang diperlukan bisa sebulan lebih, maka sebagian pehobi memanipulasi proses pematangan agar aman untuk koi, dan kalau mungkin memperpendek periode pematangan. Rekayasa tersebut bisa diibaratkan sebagai jump start / curi start dalam balapan.



Curi Start 1; dengan Ikan Lain


Sebelum memasukkan ikan koi ke dalam kolam, ikan jenis lain bisa dimanfaatkan untuk melakukan start-up kolam. Pilih jenis yang relatif tahan banting, misalkan gurami atau bawal. Jangan menggunakan ikan yang sulit ditangkap tanpa mengeringkan kolam. Ikan satu marga dengan koi, yaitu jenis karper, misalnya ikan mas juga baik. Ikan yang mudah berkembang-biak secara alamiah, misalkan ikan nila juga harus dihindari karena pada saatnya harus dibersihkan dari kolam mungkin masih menyisakan bayi-bayi ikan yang tidak kelihatan.



Jalankan semua perangkat kolam kecuali lampu UV, biarkan sistem sirkulasi bekerja seluruhnya. Masukkan ikan sebanyak yang anda mau, berikan makan sebagaimana umumnya, atau lebih banyak dari itu untuk memroduksi amonia, dan membiarkan bakteri penitrifikasi tumbuh bertahap. Tidak perlu terburu-buru, anggap saja anda sedang memelihara untuk dipanen pada waktunya.



Amati kolam, dan perhatikan tanda-tanda perkembangan kematangan filter. Mengukur parameter air, terutama nitrogen (amonia, nitrit, dan nitrat) sangatlah baik. Kalau tidak bisa atau tidak mempunyai alat pengukur, setidaknya lakukan pemantauan visual. Bila ikan agak berkurang napsu makan, atau air berbusa, kemungkinan amonia dan atau nitrit naik karena belum semuanya bisa diproses oleh bakteri penitrifikasi. Bukan amonia atau nitrit yang menimbulkan busa, tetapi ekskresi lendir ikan yang terjadi karena stres atau sakit menahan racun. Pada periode ini ada kemungkinan ada ikan yang tewas.



Bila air mulai hijau, biasanya ikan justru membaik kondisinya karena nitrit terkonversi menjadi nitrat. Yang membuat air berwarna hijau atau sering juga kekuningan atau kecoklatan adalah alga yang tumbuh karena mendapat pasokan nitrat sebagai nutrisi. Lanjutkan saja semua kegiatan memeliharan ikan start-up sampai filter matang dan stabil seperti telah dijelaskan pada tulisan tentang start-up syndrome, sekalian menunggu acara panen dan barbeque di pinggir kolam.


Setelah kolam matang, panenlah semua pemberi jasa start-up, lakukan penggantian air maksimum 25 % untuk mengencerkan nitrat, pasang lampu UV bila perlu, dan inilah saatnya memasukkan koi ke kolam.



Curi Start 2; dengan Bacteria Starter


Filter kolam koi sejatinya adalah rumah untuk bakteri penitrifikasi yang pertumbuhannya perlu waktu. Cara alamiah memerlukan kesabaran menunggu bakteri tumbuh penuh sesuai kapasitas filter. Beruntung bahwa ada yang bisa mengultur, menidurkan dan mengemas bakteri penitrifikasi. Bakteri dalam kemasan bisa dimanfaatkan sebagai shortcut mematangkan filter kolam koi.



Setelah kolam, filter dan semua perangkat dioperasikan, masukkan bakteri starter ke dalam filter dengan mengikuti takaran masing-masing produk. Karena bakteri dalam kemasan dormant, mereka perlu dibangunkan dan kemudian tumbuh. Anda bisa memasukkan pakan koi ke dalam kolam meskipun belum ada koi di dalamnya. Pakan tersebut akan segera berubah menjadi amonia melalui proses deminerasilasi, dan aroma amonia akan membangkitkan bakteri yang tidur untuk makan amonia dan berkembang biak. Selain pakan koi, gula pasir juga bisa dimanfaatkan sebagai umpan bakteri. Masukkan sekitar 10 gram/m3 air dan bakteri pun akan bangkit.



Koi bisa dilepaskan ke kolam 2 hari setelah bakteri dimasukkan. Berikan tenggat agar koi menyesuaikan diri dengan rumah barunya dengan cara memuasakan mereka. Bila sudah kelihatan tanda-tanda koi nyaman dan mencari-cari makanan ke dinding kolam, itulah saatnya mulai memberikan pakan. Mulailah memberikan pakan sedikit saja, dan bertahap menaikkan porsinya.



Mengikuti grafik kematangan filter sesuai klim pembuat bakteri starter tidak keliru, tetapi hal paling baik yang bisa dilakukan adalah mengukur progresi parameter air. Sehebat apapun pertumbuhan bakteri penitrifikasi yang diklim, belum tentu efektifitasnya seratus persen. Ada kemungkinan perbedaan dari satu kolam dengan kolam yang lain. Bila tidak ada alat pengukur, lakukan pengamatan seperti cara start-up alamiah.



Dalam m