Filter Kolam Koi - Start-up Syndrome

Komprehensi Kolam Koi

Bagian 4


Dengan membaca Bagian 3, sebenarnya esensi pengetahuan tentang filter kolam koi sudah didapat, yaitu bahwa filter bukan sekedar penyaring kotoran secara mekanis, melainkan sebuah reaktor biologis. Hasil akhir yang harus dicapai adalah nihilnya amonia dan nitrit di dalam air, sementara nitrat masih bisa ditoleransi keberadaannya.


Dengan bekal pemahaman itu, mungkin anda cukup percaya diri untuk segera membuat kolam koi. Dan anggap saja demikian. Media filter sebagai rumah bakteri penitrifikasi sudah dipasang sesuai petunjuk ahli, peralatan kolam juga siap. Setelah tombol ditekan dan sirkulasi berjalan, apakah kemudian filter langsung jreng siap bekerja? Oh maaf, tidak!


Karena bekerja secara biologis, filter mulai berfungsi secara bertahap sesuai dengan tumbuh dan berbiaknya bakteri penitrifikasi, dan waktu diperlukan sampai filter berfungsi secara penuh, matang (kalangan koi menyebutnya matured), dan stabil. Start-up filter mengikuti sebuah pola tertentu yang khas dan harus diperhatikan dengan baik. Kalau tidak, anda bisa terjebak oleh start-up syndrome yang bisa berakibat fatal.


Begitu kolam mulai dioperasikan, koi dimasukkan kolam dan diberi pakan, amonia mulai terproduksi. Setelah ada amonia, Nitrosomonas baru tumbuh kemudian, melakukan tugas mengoksidasi amonia dan meninggalkan residu nitrit yang memancing tumbuhnya Nitrobacter.


Dari hari pertama pakan diberikan, amonia mulai mencemari air. Pada saat itu juga, alam menganugerahkan Nitrosomonas yang tidak memerlukan pelatihan khusus untuk segera bekerja mengoksidasi amonia. Perhatikan grafik berwarna merah. Bagaimanapun, kecepatan tumbuhnya Nitrosomonas belum bisa mengimbangi akumulasi amonia, maka amonia masih terus naik sampai sekitar dua minggu. Residu aktivitas oksidasi amonia adalah nitrit yang mulai terbentuk setelah 5 hari kolam beroperasi, dan pada gilirannya menumbuhkan Nitrobacter.


Kecepatan perkembangbiakan Nitrosomonas dan Nitrobacter tidak sama. Nitrosomonas menggandakan diri lebih cepat hampir dua kali lipat dibandingkan Nitrobacter. Hal ini menyebabkan lambatnya oksidasi nitrit, dan bila tidak dikelola dengan baik bisa mengalami ledakan sampai melebihi 20 ppm sebelum mulai turun.


Under optimal conditions, Nitrosomonas may double every 7 hours and Nitrobacter every 13 hours. More realistically, they will double every 15-20 hours. (Bioconlabs)


Nitrat adalah produk akhir dari nitrifikasi yang mulai terbentuk setelah melewati minggu pertama, naik perlahan-lahan dan terus melambung setelah lima sampai tujuh minggu, saat amonia dan nitrit mendarat pada angka (mendekati) nol kembali.


Saat kadar amonia dan nitrit mencapai nol lagi adalah saat di mana filter disebut matured. Setelah melewati titik ini, barulah filter bisa bekerja secara full capacity. Jumlah populasi bisa ditambah, dan pemberian pakan boleh sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan asli filter yang harus sudah diperhitungkan sejak perancangan kolam.


Selama proses pematangan filter, ada dua fenomena unik, yaitu periode kematian dan periode hijau. Periode kematian adalah saat amonia meningkat mencapai puncak, disusul dengan nitrit yang juga memuncak, dan kita tahu bahwa keduanya sangat beracun. Kalau tidak dipahami dan ditangani dengan baik, niscaya koi bertumbangan tewas selama periode ini.


Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membatasi jumlah populasi dan pakan agar tidak banyak amonia yang diproduksi. Cara itu memberikan kesempatan agar bakteri penitrifikasi mengimbangi akumulasi amonia dan nitrit. Selain itu, pemberian garam di kolam bisa membantu mengurangi keberacunan nitrit. Tidak perlu terlalu banyak, 1 ppt sudah cukup. Menggabungkan kedua cara, yaitu mengendalikan jumlah pakan dan penggaraman lebih menjamin keamanan koi.


Setelah melewati tiga minggu, air mulai kellihatan kehijauan atau kekuningan. Itulah tanda mulai tumbuhnya alga yang mendapatkan nutrisi dari nitrat. Fenomena ini dikenal sebagai priode hijau, dan bukan merupakan hal yang buruk sebenarnya, karena menjadi indikator mulai meningkatnya kadar nitrat di dalam air dan itu berarti nitrit mulai turun. Nitrat tidak mengancam koi dengan kematian, tetapi memang air kehijauan tidak nyaman dilihat apalagi kalau pekat. Salah satu cara mengatasinya adalah mulai melakukan penggantian air secara bertahap, 20 % maksimum setiap hari, lakukan sampai air kelihatan lebih jernih. Penggantian air sebaiknya dibarengi dengan pemasangan lampu ultra violet untuk membunuh spora alga.


Pola pematangan seperti di atas hanya terjadi bila filtrasi dan seluruh sistem sirkulasi memadahi. Pada kolam yang tidak terancang dengan cermat, polanya bisa berbeda, tidak terduga, dan tidak pernah mencapai kematangan. Selain itu, pada prakteknya kolam baru selalu masih menyembunyikan misteri yang kadang-kadang mengejutkan. Setelah start-up lewat, kolam belum tentu sudah mapan. Kapabilitas dan stabilitas fungsi filter masih belum benar-benar teruji sebelum melewati paling tidak satu siklus musim, alias satu tahun. Mungkin saja bahan-bahan yang dipakai dalam membangun kolam, bahkan bahan filter masih melepaskan pencemar yang tidak diperhitungkan dan tidak terdeteksi sama sekali. Kalaupun kadarnya tidak mematikan, gangguan sekecil apapun dirasakan oleh koi, dan paling tidak membuat stres. Dan stres bisa menjadi pemicu berjangkitnya penyakit.


Start-up adalah masa pengoperasian kolam koi yang harus dikelola dengan baik. Meskipun ada pola umum yang bisa menjadi pegangan, pengukuran parameter air menjadi sangat penting dalam tahap ini. Baiknya, siapapun yang telah lulus mengelola kolam baru akan mudah mengelola kolam yang sudah matang dan stabil.


~semoga koi-koi kita berbahagia~

5.172 tampilan1 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua