Metode Pengobatan Koi

Koi memang tidak berbeda dengan ikan mas biasa secara taksonomis. Tetapi koi bukan ternak konsumsi yang dipelihara hanya dalam rentang beberapa bulan sampai siap menjadi santapan manusia. Dalam dunia veteriner koi tergolong sebagai exotic animal. Karena itu, penanganan penyakit pada koi memerlukan perhatian lebih detil dan ilmiah.

Ada empat metode utama dalam hal penanganan / pemberian obat pada koi, yaitu melalui pakan, in situ, dipping / bathing, dan injeksi.


1. Melalui Pakan

Obat yang bisa diberikan melalui pakan umumnya berbentuk padat misalnya antibiotik, antifungal, dan vitamin. Memberikan obat melalui pakan dapat dilakukan dengan menghaluskan sediaan obat sampai berbentuk serbuk kemudian dicampurkan dengan pakan lalu tuangkan minyak sayur secukupnya agar obat dapat menempel dengan baik di pakan.

Kelebihan pemberian obat melalui pakan yaitu mudah dilakukan dan tidak menyebabkan stres pada ikan. Sedangkan kekurangannya adalah ikan yang sakit biasanya memiliki nafsu makan yang rendah sehingga obat tidak masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kita tidak dapat memastikan jumlah obat yang masuk ke masing-masing ikan karena bisa saja ikan yang satu memakan lebih banyak pakan daripada ikan lainnya.


2. In situ

Pemberian obat dengan metode in situ ialah metode dengan memasukkan obat tertentu langsung ke dalam habitat ikan tersebut (baca: kolam). Metode ini juga mudah dilakukan namun banyak kekurangannya. Salah satunya yaitu jumlah obat yang digunakan akan menjadi sangat banyak. Selain itu, obat-obatan tertentu seperti antibiotik yang digunakan akan memiliki dampak pada filter biologis kolam, selain mengonsumsi oksigen (meningkatkan COD).


3. Dipping/bathing

Istilah dipping/bathing mengacu pada merendam ikan dalam air yang telah diberi medikasi. Dipping/bathing dilakukan pada bak/kolam yang terpisah dari kolam utama. Biasanya metode ini dilakukan pada bak dengan ukuran yang kecil sehingga penggunaan obat lebih efektif dan dosis dapat dihitung dengan tepat. Kekurangan dari metode ini yaitu pada saat proses dipping/bathing ikan cenderung mengalami stress karena harus ditangkap dan dipindahkan ke bak lain.


4. Injeksi

Metode injeksi dinilai merupakan metode terbaik dalam pengobatan karena jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh ikan tepat dengan dosis yang dibutuhkan untuk melawan penyakit. Meski dalam metode ini juga dapat menimbulkan efek stress namun dapat diredakan dengan melakukan prosedur sedasi atau anestesi pada ikan yang sakit. Selain itu, tidak semua obat diproduksi dalam sediaan yang dapat diinjeksikan (injectable).

Keempat metode tersebut dengan kelemahan dan kelebihannya sebaiknya dilakukan dengan seksama karena dibutuhkan dosis dan diagnosis yang tepat. Alih-alih menyembuhkan, pemberian obat yang tidak sesuai dosis dan diagnosis justru menimbulkan dampak buruk bagi koi.


Referensi:

Carpenter, J. 2005. Exotic Animal Formulary. St. Louis: Elsevier Saunders

Jepson, L. 2001. A Practical Guide to Keeping Healthy Fish in a Stable Environment (Tankmaster). England: Barron’s Educational Series

5251 tampilan0 komentar