Oksigen Terlarut

Komprehensi Kolam Koi

Bagian 2


Sebenarnya pentingnya oksigen terlarut / dissolved oxygen (DO) di kolam koi sudah diketahui umum. Bagaimanapun, agar perancangan dan pengelolaan kolam lebih terarah, perlu untuk melakukan pengkajian yang lebih komprehensif tentang DO, khususnya alasan-alasan diperlukannya oksigen, takaran, dan aspek lain tentang oksigen.


Mengapa Oksigen Diperlukan?

  • Sebagai bagian dari keluarga karper, untuk melakukan metabolisme, koi memerlukan oksigen yang kadarnya termasuk banyak dibandingkan dengan jenis-jenis ikan lain. Misalkan, (tetapi jangan dilakukan) koi dicampur-aduk dengan berbagai macam jenis ikan dalam satu kolam, bila terjadi penurunan DO, pasti koilah yang lebih dulu mengambang mancari napas di permukaan air.

  • Flora kolam, kalaupun tidak selalu tampak kasat mata hampir selalu ada. Mereka melakukan respirasi pada malam hari dan itu mengonsumsi oksigen.

  • Kolam juga hampir selalu mengandung senyawa organik terlarut / dissolved organic compound (DOC) berasal dari kotoran yang masuk dari luar kolam, remah pakan yang tidak termakan, sisa pakan yang tidak tercerna, bangkai tanaman air, dan lain-lain. DOC mengalami proses dekomposisi / pembusukan, dan proses itu menyedot oksigen.

  • Selain hal-hal di atas, justru aktivitas inti di dalam filter, yaitu nitrifikasi *) juga boros oksigen. Filter yang tugas pokoknya menetralkan racun amonia, memerlukan oksigen yang jumlahnya empat kali lipat dibandingkan jumlah amonia yang dioksidasi menjadi nitrit, dan kemudian nitrat.

Pendeknya, hampir seluruh aktivitas kolam menghendaki pasokan oksigen 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bila pasokan terhenti atau terganggu, DO akan jatuh dengan cepat, memperburuk ekosistem kolam, dan menjadi pembunuh koi. Karena hal itu, perancangan kolam koi harus selalu memperhitungkan kemungkinan terganggunya pasokan oksigen agar tidak berdampak fatal.


Rekomendasi Kadar DO


Kadar DO dinyatakan dengan satuan ppm (part per million). 1 ppm DO berarti 1 gram oksigen dalam 1 ton air. Satuan lain yang sering dipakai adalah mg/L (miligram per liter) yang ekuivalen dengan ppm karena berat jenis air adalah 1.


Pada kolam koi tertutup, aerasi harus dirancang secara memadahi agar menjamin DO paling tidak 6 ppm secara kontinyu. Meskipun koi bisa beradaptasi terhadap DO lebih rendah dari 6 ppm, menurunkan DO dengan alasan apapun bukanlan hal yang baik. Meningkatkan DO sampai 7 ppm, bahkan sampai mendekati titik saturasi justru harus diusahakan sebisa mungkin.


Peningkatan DO 1 ppm, misalnya dari 7 ppm menjadi 8 ppm bukan hal sepele. Beberapa hal bisa membaik secara signifikan, antara lain kenyamanan koi secara literal, metabolisme lebih cepat, laju nitrifikasi senyawa nitrogen meningkat. Secara umum koi menjadi lebih sehat, lebih fit sehingga imunitasnya membaik, mampu mencerna lebih banyak nutrisi sehingga tumbuh lebih besar dan cepat. Kesehatan dan kenyamanan merupakan syarat agar warna dan kualitas koi secara keseluruhan bagus.


Aerasi kolam koi umumnya dilakukan dengan pompa udara yang disambung dengan airstone sebagai diffuser yang diletakkan bukan hanya di dalam kolam tetapi juga di ruang filter biologis. (Ingat bahwa nitrifikasi di ruang filter juga merupakan pelahap oksigen). Pilihlah airstone yang kecil pori-porinya agar memecah udara menjadi gelembung lebih banyak sehingga meningkatkan kapasitas aerasi. Selain aerasi dengan pompa udara, air terjun otomatis berfungsi ganda--selain sebagai pemanis pandangan, air terjun juga menjadi injektor oksigen ke dalam air yang efektif.


Saturasi Kadar DO


DO mempunyai titik jenuh (saturasi)--setelah mencapai kadar tertentu, sebarapa banyak pun udara yang diinjeksikan ke dalam air tidak akan menambah DO, kecuali ada manipulasi tertentu. Titik jenuh DO berhubungan erat dengan temperatur air. Semakin rendah temperatur, semakin tinggi titik jenuh DO. Itulah salah satu alasan mengapa banyak pekoi di daerah panas seperti Jakarta memasang perangkat khusus untuk menurunkan temperatur air kolam dari rerata 28° C sampai dengan 23° C.


Pemahaman tentang titik jenuh ini penting agar kita bisa mengusahakan peningkatan DO, dan di lain pihak mencegah cara yang manipulatif. Tekanan yang tinggi bisa menjadi cara untuk memanipulasi oksigen agar terinjeksi ke dalam air lebih banyak. Salah satu contohnya adalah dengan venturi. Cara ini bila tidak terkontrol bisa menyebabkan DO terkatrol ke atas titik jenuh pada temperatur yang ada. Kondisi semacam ini disebut super saturasi yang sebenarnya berbahaya. Koi bisa terkena bubble disease dengan akibat terburuk mati.


Bukan hanya koi yang secara langsung memerlukan oksigen. Aktivitas kolam secara keseluruhan juga membutuhkannya. Maka DO kolam koi harus dijaga minimum 6 ppm secara kontinyu, lebih tinggi lebih baik, asal tidak terjadi kondisi super saturasi.


*) nitrifikasi adalah proses oksidasi amonia menjadi nitrit, kemudian nitrat. Hal ini akan dibahas dalam bagian tersendiri.


~semoga koi-koi kita berbahagia~